You are currently viewing Makin Dekat Persahabatan, Makin Banyak Hak yang Mesti Ditunaikan Renungan Ayat #36

Makin Dekat Persahabatan, Makin Banyak Hak yang Mesti Ditunaikan Renungan Ayat #36

Ikhwan Akhwat yang semoga dirahmati oleh Allah SWT. Ingatlah, makin dekat persahabatan, makin banyak hak yang mesti ditunaikan.

Coba renungkan ayat berikut ini.

Allah Ta’ala berfirman,

‎﴿وَاعبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشرِكوا بِهِ شَيئًا وَبِالوالِدَينِ إِحسانًا وَبِذِي القُربى وَاليَتامى وَالمَساكينِ وَالجارِ ذِي القُربى وَالجارِ الجُنُبِ وَالصّاحِبِ بِالجَنبِ وَابنِ السَّبيلِ وَما مَلَكَت أَيمانُكُم إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ مَن كانَ مُختالًا فَخورًا﴾ [النساء: ٣٦]

Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.” (QS. An-Nisaa’: 36)

Di dalam ayat disebutkan berbuat baik kepada kedua orang tua, karib kerabat (dekat maupun jauh), anak-anak yatim (ditinggal mati ayahnya dan masih kecil, belum baligh), orang miskin, tetangga dekat, tetangga jauh, dan ASH-SHAHIB BI AL-JANBI, ibnu sabil (musafir yang terputus perjalanan), dan hamba sahaya.

Apa yang dimaksud shahib bil janbi (sahabat di sisi) dalam ayat di atas?

Kesimpulan yang paling bagus dari Syaikh As-Sa’di yang dimaksud adalah sahabat secara mutlak. Maka termasuk dalam shahib bil janbi adalah:

  • sahabat ketika hadir
  • sahabat ketika safar
  • yang terdekat dengan kita yaitu istri

Syaikh As-Sa’di rahimahullah lantas berkata:

فعلى الصاحب لصاحبه حق زائد على مجرد إسلامه، من مساعدته على أمور دينه ودنياه، والنصح له؛ والوفاء معه في اليسر والعسر، والمنشط والمكره، وأن يحب له ما يحب لنفسه، ويكره له ما يكره لنفسه، وكلما زادت الصحبة تأكد الحق وزاد

“Sesama sahabat itu punya hak tambahan yang mesti ditunaikan, bukan hanya sekadar karena sama-sama berIslam.

  • Hendaklah sesama sahabat itu saling menolong dan menasihati.
  • Sesama sahabat juga seharusnya saling loyal ketika dapat kemudahan maupun kesusahan, ketika semangat dan susah.
  • Hendaklah sesama sahabat itu menyukai kebaikan yang didapati saudaranya sebagaimana ia menyukai jika dirinya sendiri mendapatinya. Sebaliknya, ia tidak suka jika saudaranya tertimpa hal jelek sebagaimana ia tidak suka hal itu tertimpa pada dirinya sendiri.