You are currently viewing Kurban dan Nabi Ibrahim Sang Kekasih Allah

Kurban dan Nabi Ibrahim Sang Kekasih Allah

Salah satu alasan Allah memberikan gelar khalilullah atau kekasih Allah kepada Nabi Ibrahim karena Nabi Ibrahim selalu mendahulukan perintah Allah. Hal ini tercermin ketika Nabi Ibrahim diperintah Allah untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail. Padahal Nabi Ismail adalah anak yang sangat didambakan dan ditunggu-tunggu dalam waktu yang lama. Perlu di garis bawahi bahwa kurban itu perintah Allah bukan ibadah sembarangan, sesuai Al-Qur’an surat Al-Kautsar ayat dua. Karena perintah kurban-lah Nabi Ibrahim mendapat gelar kekasih Allah, dia melakukan perintah itu (kurban) sebagaimana diceritakan Al-Qur’an surat As-Shaffat ayat 102.

Kita tau bahwa ada pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari kisah nabi ibrahim yang diperintahkan menyembelih putranya, bahwa setiap orang memang akan di uji sesuai kulalitas imannya.
Dari Mush’ab bin Sa’id, seorang tabi’in dari ayahnya, ia berkata,”Wahai Rasulullah, manusia, manakah yang paling berat ujiannya?”
Beliau shallalahu’alaihi wa sallam menjawab,”Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agama mereka kuat, maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah,maka ia akan diuji dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.”(HR.Tirmidzi, no. 2398; Ibnu majah, no.4023. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis hasan).
Semoga ini menjadi pelajaran yang berharga bagi kita sekalian dan kita dapat mencontoh Nabi Ibrahim dalam bertauhid, kesabaran, patuh,dan penuh tawakal.