Tanda Diterimanya Amal Sholih

Sedekah Akhir Tahun
18 Desember 2018
Ciri-ciri Orang Bertaqwa
5 Januari 2019

Tanda Diterimanya Amal Sholih

Allah melarang sesama muslim saling membunuh. Jika hal tersebut terjadi, maka yang membunuh ataupun yang terbunuh keduanya mendapat balasan neraka. Kenapa keduanya? Karena sama-sama mempunyai keinginan dan niat membunuh, hanya saja salah satu yang menjadi korban.
.
Salah satu kebaikan Allah terhadap hamba-hamba-Nya, adalah membalas setiap ibadah sesuai usaha kita. Ketika seseorang meniatkan kebaikan, Allah menghitungnya sebagai ibadah meskipun kita belum mampu atau berhalangan untuk merealisasikan niat baik tersebut.
.
Sebaliknya, ketika seseorang berniat melakukan suatu keburukan tetapi tidak jadi melaksanakan keburukan tersebut, maka Allah menilainya sebagai kebaikan yang sempurna, dengan catatan membatalkan niat buruk tersebut karena takut kepada Allah, bukan karena alasan duniawi lainnya. .
Setiap melakukan kebaikan membutuhkan ilmu, pun setiap meninggalkan keburukan membutuhkan ilmu. Setiap melakukan kebaikan membutuhkan keikhlasan, dalam meninggalkan keburukan pun membutuhkan keikhlasan.
.
Kenapa balasan amal tidak semuanya diberikan di dunia dan balasan amal ibadah akan diberikan lebih banyak di akhirat? Karena dunia tidak cukup besar untuk mampu menampung balasan nikmat yang Allah berikan di akhirat kelak.
.
Bagaimana tanda diterimanya amal dan ibadah kita di dunia? Ternyata bukan hanya terkabulnya doa, bukan hanya dimudahkan dalam setiap urusan. Tanda utama diterima amal adalah merasakan nikmat dan manisnya melakukan ibadah, tanpa ada tendensi apapun.
.
Nikmat beribadah ini tentu tidak instan, dan bisa didapatkan melalui proses. Maka belajar bersabarlah terhadap proses tersebut.

Oleh Ustadz Riyadh

“Tanda diterimanya amal hamba disisi Allah adalah ketika satu ketaatan menuntunnya pada ketaatan yang lebih baik lagi. Adapun tanda ditolaknya amal seorang hamba adalah ketika ketaatanya disusuli oleh kemaksiatan. Dia tak tercegah darinya. Dan tanda diterimanya taubat seorang hamba adalah jika kekeliruan lalunya tak diulang dan dia terus sibuk dalam ketaatan.”

(Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali)

Comments are closed.

Translate ยป
WhatsApp us
Visit Us On FacebookVisit Us On Instagram