Sedekah Akhir Tahun

Sedekah Dapat Menyelamatkanmu
15 Desember 2018
Tanda Diterimanya Amal Sholih
3 Januari 2019

Sedekah Akhir Tahun

Jelang pergantian tahun kita akan terbiasa dengan ajakan melewati malam pergantian tahun dengan perayaan yang mewah. Sebulan sebelumnya Hotel-hotel menawarkan paket menginap disertai event istimewa; Pun tempat-tempat hiburan, pusat perbelanjaan, lokasi pariwisata termasuk wisata kuliner. Semuanya gencar mengundang publik berdatangan merayakan malam pergantian tahun.

Kaum muslim pun larut dalam perayaan ini. Kita akan disibukkan dengan memborong pernak-pernik ritual ini ini seperti terompet, mercon, kembang api, topi hias, daging ayam dan ikan untuk dipanggang dan yang lainnya.

Sebagian ulama menilai perayaan tahun baru Masehi sebagai perbuatan tasyabbuh (meniru kebiasaan kaum kafir) yang terlarang. Hal ini dikarenakan Penetapan 1 Januari sebagai pertanda Tahun Baru bermula pada abad 46 Sebelum Masehi (SM). Kala itu Kaisar Romawi Julius Caesar membuat Kalender Matahari. Ia mengklaim kalender solar system ini lebih akurat ketimbang kalender-kalender lain pernah dibuat sebelumnya.

Sejatinya, bagi kita, pergantian tahun bukan peristiwa luar biasa. Ia sama saja dengan pergantian jam, hari, atau tanggal. Esensi kehidupan kaum muslimin bukanlah pergantian antar-waktu, tapi pemanfaatan waktu.

Begitu pentingnya waktu bagi manusia, sehingga Allah SWT mengingatkan kita berulang kali dalam Al-Qur’an, terkadang untuk waktu yang luas tanpa batas, dan kadang kala untuk waktu yang terbatas. Misalnya ketika Allah bersumpah dengan waktu pagi (wadh-dhuha), waktu terbit fajar (wal-fajri), waktu malam (wal-laili), dan lain sebagainya.

Dalam surah Al Ashr, Allah SWT bersumpah: “Demi ashr (waktu) semua manusia berada dalam kerugian; Kecuali yang beriman dan beramal saleh, saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.”

Sebelum semuanya terlambat, Nabi mewanti-wanti umatnya: ‘’Optimalkan lima kesempatan sebelum datang lima kesempitan: mudamu sebelum pikun, sehatmu sebelum sakit, kayamu sebelum miskin, luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu’’ (HR Al Hakim).

‘’Segerakan beramal saleh sebelum tujuh hal: kemiskinan yang membuatmu lupa, kekayaan yang menyesatkan, penyakit yang membinasakan, kepikunan yang melumpuhkan, kematian yang mendadak, dajjal yang merajalela, dan kiamat yang sangat pahit dan mengerikan.’’ (HR Tirmidzi).

Maka, sebagai alternatif amalan dalam pergantian tahun, Antum silakan melakukan:

1. Berdo’a pada akhir tahun: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat.Karena itu ya Allah, saya mohon Ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu. Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan,semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang MahaPemurah. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Amin yaa rabbal ‘alamin.

2. Bermuhasabah (Mengoreksi diri). Ibarat seorang pedagang setelah berdagang, dia akan mengoreksi apakah dia mendapatkan untung ataukah malah rugi? Demikianlah semestinya seorang hamba, hendaknya mengoreksi dirinya, apakah selama tahun yang lalu dia beruntung dengan pahala, karena rajin shalatnya, puasanya, berakhlak baik kepada sesama manusia, dan kewajiban-kewajiban yang lainnya, ataukah dia rugi karena shalatnya yang masih ‘bolong-bolong’, menerjang larangan Allah, masih sering bermusuhan dengan sesama manusia, dan lain-lainnya.

3. Berdoa awal tahun: Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung. Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarganya dan sahabatnya. Amin yaa rabbal ‘alamin

4. Mengingat kematian. Dengan datangnya tahun baru berarti umur kita bertambah, namun artinya jatah hidup kita berkurang. Jadi, tahun baru adalah alarm untuk mengingatkan kita bahwa kematian sudah semakin mendekat. Maka, persiapkanlah diri dengan amalan sebanyak-banyaknya.

5. Bersedekah. Alangkah eloknya bila sedekah dijadikan amalan penutup 2018 sekaligus pembuka tahun 2019. Sebab, biasanya, pergantian tahun masehi di negeri selalu disertai dengan berbagai bencana di darat, laut, dan udara. Dengan sedekah, semoga bala tertolak dan keselamatan mengiringi langkah kita di tahun 2019. Dengan sedekah kita juga akan membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung.

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 261)

Comments are closed.

Translate »
WhatsApp us
Visit Us On FacebookVisit Us On Instagram