Nabung ILmu

Nabung ILmu

Salah satu tabungan yang bisa mempercepat kita menuju kesuksesan adalah nabung ilmu. Latih otak Saudara. Kalau otak Saudara ga dilatih dengan nabung ilmu, maka otak Saudara akan tumpul.

Saya Yusuf Mansur, atas izin Allah SWT, dari kecil udah nabung ilmu, buku-buku itu ga nunggu selesai semesteran, saya langsung selesaikan. Jadi, begitu tiba ujian, udah ga perlu lagi gedebak-gedebuk nyelesein baca buku, udah santai.

Dari kecil, buku-buku yang saya baca, udah buku-buku pemikir dalam dan luar negeri. Bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Itu kitab segede-gedenye saya jejerin, saya tidurin! Saya tidurin kitab-kitab tafsir, saya tidurin kitab-kitab hadits, saya tidurin kitab-kitab fiqh, saya tidurin kitab-kitab sirah, saya tidurin buku-buku filsafat, segala macam. Padahal saat itu saya belum waktunya untuk belajar itu semua. Kenapa saya belajar itu? Karena merasa sudah selesai saya belajar ini.

Kalau Saudara habiskan buku, satu minggu tiga, Allah Yaa Kariim … ga kebayang saya tabungan ilmu Saudara sebanyak apa. Ga ada kata terlambat. Beli buku, rajin googling, apalagi sekarang, akses ilmu ada di mana-mana, ga ada lagi kata susah buat belajar.

“Kalian kudu pinter,” kata guru kami. “Nanti bumi Allah bakal dilipat, dipendekan jaraknya oleh Allah, buat yang berilmu.”

Dengan ilmu, seseorang bisa nyari harta, bisa nyari duit. Mata rantai kenikmatan, menjadi mulia sebab diperoleh dari pintu ilmu.

Buat yang sedang menuntut ilmu, jangan kebanyakan menyia-nyiakan setiap detik kehidupan. Isi dengan menuntut ilmu. Ilmu akan menyinari kehidupan kita semua, akan menuntun dari kegelapan, kesusahan, kepada cahaya dan kesenangan.

Semua ilmu adalah ilmu agama. Termasuk sains, bahasa, sosial, matematika, dan ilmu-ilmu lainnya. Asal, ilmu itu diperoleh dengan cara-cara yang benar.

Yang pertama, pastikan bahwa ongkos untuk menuntut ilmu dengan segala biayanya berasal dari rezeki yang halal.

Kedua, pastikan kita tidak lalai dari ibadah yang wajib. Dahulukan dzuhur dan ashar berjamaah, pas saatnya shalat datang. Utamakan shalat. Toh, sebelum datang dzuhur dan ashar, Allah sudah memberikan waktu yang cukup untuk menuntut ilmu. Shalat dzuhur dan ashar itu hanya sebentar, kan? Setelah itu, terusin lagi menuntut ilmunya.

Menuntut ilmu jangan sampai ngalahin ibadah. Ga baik. Bisa bikin ilmu itu ga berkah. Ilmu yang ga berkah ga akan menghasilkan apa-apa. Kenapa? Sebab kita lalai dengan ibadah-ibadah yang sudah menjadi kewajiban kita.

Menuntut ilmu juga ibadah. Tapi saat waktunya diadu dengan shalat berjamaah di masjid tepat waktu atau shalat di awal waktu, sepertinya lebih baik jika dikasih jeda sebentar untuk shalat.

Jangan sampai kita rajin kursus tambahan ini itu, tapi kelewat maghrib dan isya berjamaah. Jangan sampai juga bisa ngurus skripsi, tesis, disertasi, sampai larut malam, tapi malah shubuhnya kesiangan.

Allah janji akan meninggikan derajat semua yang berilmu asal dia juga beriman kepada Allah, mau menegakkan amalan wajib, dan menghidupkan yang sunnah-sunnah.

Keren banget, jika masih berstatus pelajar atau mahasiswa, proses menuntut ilmu dan ibadahnya udah bagus. Rajin dhuha, tahajud, puasa, baca Qur’an, dan sedekah. Apalagi jika mau menahan diri untuk tidak bermaksiat. Bakal tambah keren dah. Kita bukan hanya bisa menjelajah dunia, tapi bisa menundukkan dunia.

 

Tinggalkan Balasan