You are currently viewing Ini Pengertian Zakat Mal

Ini Pengertian Zakat Mal

Salah satu jenis zakat yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam adalah zakat mal. Zakat jenis ini dibayar apabila telah mencapai nisab dan haul.
Kewajiban zakat termaktub dalam surat Al Baqarah ayat 110. Allah SWT berfirman:

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ ۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ – ١١٠

Artinya: “Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”

Menurut Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014, zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim atau badan usaha yang dimiliki oleh orang Islam untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.

Apa Itu Zakat Mal?
Zakat mal adalah harta yang wajib dikeluarkan seorang muslim sesuai dengan nisab dan haulnya. Nisab merupakan syarat minimum harta yang dapat dikategorikan sebagai wajib zakat. Sementara haul adalah masa kepemilikan harta sudah berlalu selama 12 bulan Qamariyah/tahun Hijriyah.

Zakat mal ini dikeluarkan oleh muzaki (wajib zakat) melalui amil zakat resmi untuk diserahkan kepada mustahik (orang yang berhak menerima zakat).

Melansir situs Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), terdapat delapan golongan orang yang berhak menerima zakat sesuai dengan surat At-Taubah ayat 60, sebagai berikut:

1. Fakir adalah orang yang hampir tidak mempunyai apa-apa sehingga menyebabkannya tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.

2. Miskin adalah orang yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.

3. Amil adalah orang yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.

4. Mualaf adalah orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan tauhid dan syariah.

5. Riqab adalah budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan diri sendiri.

6. Gharimin adalah orang yang berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzah.

7. Fisabilillah adalah orang yang berjuang di jalan Allah seperti dakwah, jihad, dan semacamnya.

8. Ibnu Sabil adalah orang yang kehabisan biaya dalam perjalanan ketaatan kepada Allah.

Harta yang Wajib Dizakati
Zakat mal meliputi zakat emas, perak, logam mulia lainnya; zakat uang dan surat berharga lainnya; zakat perniagaan; zakat pertanian, perkebunan dan kehutanan; zakat peternakan dan perikanan; zakat pertambangan; zakat perindustrian; zakat pendapatan dan jasa; dan zakat rikaz atau barang temuan.

Syarat Wajib Zakat Mal

Zakat Mal

Ustaz Bobby Herwibowo menjelaskan, untuk zakat mal, seorang muslim harus menunaikannya ketika batas minimal harta (nisab) dan waktunya (haul) telah memenuhi syarat. Semisal, tabungan atau deposito yang setara harga 85 gram emas, maka seorang muslim wajib membayar zakat mal atas hartanya.

“85 gram emas inilah yang disebut nisab, sedangkan haulnya adalah satu tahun kepemilikan harta tersebut,” jelas Usbob.

Yang perlu diperhatikan ialah dua syarat tersebut harus dipenuhi. Jadi, jika seorang muslim memiliki harta setara harga 85 gram emas atau lebih tetapi belum mencapai haul yaitu periode satu tahun, maka tidak wajib membayar zakat mal, begitupun sebaliknya.

“Jika harta sudah capai nisab dan sudah memenuhi periode satu tahun, maka wajib seorang muslim mengeluarkan zakat senilai 2,5 persen dari total harta. Hal ini berlaku pada harta seperti tabungan, deposito, saham perusahaan, dan perdagangan. Sementara pertanian dan peternakan memiliki hitungan yang berbeda,” jelas Usbob.

Sebagai contoh zakat atas tabungan, pastikan tanggal kapan membuka rekening. Misal pembukaan rekening pada tanggal 19 April 2021, lalu pada tanggal 19 April 2022 saldo tabungan mencapai nisab 85 gram emas.

“Jika setara atau lebih (85 gram emas), wajib dikeluark