artikel

|| Banjir Bandang Menerjang Gowa ||

Selasa (22/1) kemarin, Banjir Bandang menerjang Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air di Bendungan Bli-Bli meningkat hingga mencapai 101, 36 meter. Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengatakan bahwa Bendungan Bili-Bili kini masuk status waspada. Pembukaan pintu air untuk mengurangi ketinggian air dilakukan. “Akan berdampak banjir, dan diimbau kepada masyarakat yang ada di sekitaran aliran sungai dari Bili-Bili untuk mengungsi,” ungkapnya. 6 orang dikabarkan wafat, dan 4 jembatan terputus.

Alhamdulillah, Tim Emergency Response (ER) ACT bersama MRI SulSel segera merespon bencana tersebut dengan menurunkan tim rescue. Evakuasi warga dilakukan hingga malam hari guna meminimalisir resiko. Insya Allah, penyisiran ke seluruh wilayah terdampak masih akan terus dilakukan oleh Tim ER ACT bersamaan dengan mempersiapkan bantuan berupa kebutuhan pokok untuk saudara-saudara kita yang terdampak.

Banjir Meluas Hingga Makassar

Banjir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan hingga Rabu (23/1) pagi masih terpantau tinggi. Hujan yang masih turun membuat ketinggian air di Bendungan Bili-bili yang menjadi sumber air banjir pun, masih berada di atas 100 meter. Untuk itu, masyarakat yang berada di sekitar sungai yang alirannya berasal dari Bili-bili diminta untuk tetap waspada.

Dari data yang dihimpun tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), jumlah masyarakat yang mengungsi tak kurang dari 2.396 jiwa. Mereka tersebar di 14 titik pengungsian. Sebagian besar mengungsi di masjid-masjid, puskesmas ataupun rumah kerabat yang dirasa aman dari terjangan banjir.

Tim ACT Sulsel Nur Ali Akbar menjelaskan, titik banjir terparah ada di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Menurut Nur Ali, wilayah ini memang berada di perbatasan antara Kabupaten Gowa dan Makassar. Ketinggian air di pemukiman itu mencapai leher orang dewasa.

“Kabarnya air naik sejak pukul 18.00 WITA, selain karena curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari, juga karena pintu air di Bendungan Bili-bili dibuka guna menghindari jebolnya bendungan,” jelasnya, Rabu (23/1).

Sampai saat ini, tim ACT bersama tim pencarian dan pertolongan gabungan dibantu warga masih melakukan evakuasi kepada warga. Masih terdapat warga yang enggan mengungsi dan memilih bertahan di rumahnya masing-masing. Dengan menggunakan perahu karet, relawan ACT coba menjangkau wilayah yang ketinggian airnya hingga seleher orang dewasa.

Koordinator Aksi dari Relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulsel Miswar mengabarkan, masyarakat terdampak memerlukan banyak bantuan, khususnya logistik makanan. Selain itu selimut juga diperlukan karena kondisi udara yang dingin. “Pakaian serta obat-obatan juga mendesak untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak,” ungkapnya, Rabu (23/1).

Selengkapnya : https://act.id/…/deta…/banjir-bandang-meluas-hingga-makassar

Salurkan bantuan terbaik kita untuk ringankan derita saudara-saudara Gowa Makassar dan sekitarnya, melalui:

Rek Peduli Mandiri Syariah 7108702898
a/n Yayasan Baitul Qur’an Nusantara

Info dan konfirmasi WA : 082250030006

25 Januari 2019

Banjir Bandang Menerjang Gowa dan Makassar

|| Banjir Bandang Menerjang Gowa || Selasa (22/1) kemarin, Banjir Bandang menerjang Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air di Bendungan Bli-Bli […]
22 Januari 2019

Perjalanan Hidup Manusia dari Awal sampai Akhir

Salah satu dari tanda rukun iman yaitu yakin, beriman dengan hari kiamat. Bagian dari beriman dengan hari kiamat adalah dengan tanda-tanda yang ada di dalamnya. Siapa […]
16 Januari 2019

Memahami Tujuan Hidup Kita

Apakah kita sudah paham sebenarnya kehidupan kita ini untuk apa ? Mau kemana hidup ini ? Mau di arahkan ke mana ? Apa yang mau kita […]
9 Januari 2019

Menggapai Ridho Allah SWT

Seberapa gregetnya kita dalam berdoa dan berharap kepada Allah ﷻ. Jika iman kita sering drop, mungkin ada dosa yang disengaja dan banyak dosa yang tidak kita […]
Translate »
WhatsApp us
Visit Us On FacebookVisit Us On Instagram