admin

Sesuai dengan pengalaman saya, baik ketika sebagai santri maupun ketika memiliki santri, dan mengelola santri, pesantren itu tempat terbaik buat pendadaran. Sebenarnya it’s not talking about content. Ini bukan bicara tentang content, tapi mempersiapkan anak gitu loh.

Mereka akan berhadapan dengan banyak kesusahan, mereka akan berhadapan dengan kesulitan, mereka akan berhadapan dengan banyak karakter. Mereka akan banyak berhadapan dengan banyak ketidaknyamanan. Dan itu bagus buat anak-anak di masa yang akan datang. Itu yang saya liat tentang dunia pesantren.

Sebuah dunia yang kalo gurunya terlalu hebat, ustadz/ustadzahnya terlalu hebat, sekuritinya terlalu hebat, pesantrennya terlalu hebat, kemudian orang-orang tuanya terlalu hebat, apalagi dia invest teruuus dalam semua kejadian dan semua peristiwa, biasanya anak-anaknya malah ga jadi hebat. Kalo pun hebat, dia bakal ditepokin sekali doang. Eee… hebat. Juara, gitu doang. Tapi dia tidak akan jadi juara kehidupan.

Sama seperti seorang anak. Saking sayangnya sama tuh anak, kita lepas aja tuh anak. Biar aja dia gedabag, gedebug, benjal, benjol, jatuh sana, jatuh sini. Ga usah dipegangin, lepas aja. Konyol ga? Tentu saja tidak dilepas… Kita awasi, kita liat, sampai tidak bahaya. Kita kan dikasih karunia oleh Allah untuk mengetahui hidup. Tapi jangan baru jatuh sedikit, aduuuh….aduuuh….kenapa sayang. Ya, kalo begini ga bakal jadi anak gede nih.

Kalo mau cepet jalan, harus sering dilepas. Kalo titah… titah… itu anak kecil dipegangin. Balik lagi dipegangin. Udah lama itu. dia ga akan berani jalan, ga akan berani berlari. Dia akan senantiasa menunggu pegangan tangan kita. Pegangan tangan-tangan orang sekitarnya. Ga keren dah.

Anak berantem, dia ngadep pada kita. Ngadep pada kita, kita bantu. Ngadep pada kita, kita bantu. Ngadep pada kita, kita bantu. Demi Allah ya, sampai nanti udah punya anak pun, dia masih akan datang ke kita.

Pesantren, kalo mau sempurna, yaitu menjadi tempat pendadaran. Kalo saya pribadi ya, no worry ya. Tentang nilai, tentang tata nilai.

Yang perlu diperhatiin, anak siap ga nih buat hidup akan datang? Untuk mengarungi hidup sesungguhnya, siap ga nih?

Nah, ketika dia telah bertemu dengan beragam kesulitan, beragam kesusahan dan tentu juga sudah bertemu dengan beragam kesenangan. Yang pastinya ga mungkin susah terus. Colour full lah, ya kan? Maka anak-anak itu akan menjelma menjadi anak-anak yang arif.

Ketika dia keluar, melek, ooh… Udah biasa. Karena warnanya ga satu tune doang. Colour full. Gitu deh pengalaman saya sebagai santri dan sebagai pengelola santri, pengasuh santri.

InsyaaAllah apalagi dengan didukung doa-doa yang tiada henti dari semua stag holder. Saya tidak menyebut orang tua saja, tapi dari semuuua, sampe-sampe kalo tetangga kanan kiri pesantren, ikut mendoakan wiiiz, keren…

Donatur-donatur pesantren yang anaknya tidak ikut disitu tapi ikut mendoakan, wah tambah keren lagi. Apalagi kalo orang-orang tua yang anaknya ada di pesantren, juga bener-bener pagi siang malem. Dan bukan mendoakan anak-anaknya saja, tapi buat anak-anak yang lain, baik di Daarul Quran maupun di pesantren yang lain.

Mendoakan guru- gurunya, apapun kejadiannya, apapun peristiwanya mudah-mudahan menjadi pembelajaran. Keren banget… Insya Allah deh, kapan-kapan saya mau cerita tentang pernak pernik dan kearifan dunia pesantren.

InsyaaAllah. Ma kasih.

salam @yusuf mansur

11 April 2018

Pesantren itu Tempat Terbaik

Sesuai dengan pengalaman saya, baik ketika sebagai santri maupun ketika memiliki santri, dan mengelola santri, pesantren itu tempat terbaik buat pendadaran. Sebenarnya it’s not talking about […]
10 April 2018

Cahaya

Sering orang bilang, “Gue lagi gelap neh…”. Atau: “Surem dah kayaknya masa depan saya.” Ada yang seperti di kegelapan. Ga tau musti gimana. Atau kayak jalan […]
4 April 2018

Kemuliaan Al Qur’an

Al Qur’an membawa saya ke tempat yang mulia. Bagaimana pengalaman kawan-kawan? Segala puji bagi Allah. Saya ceritakan ini tanpa kesombongan. InsyaaAllah sebagai hikmah. Semua yang mendekati […]
30 Maret 2018

Bekerjalah karena Allah

Jika kawan-kawan sudah punya pekerjaan dan usaha, lalu dipakai maksiat, atau jadi jalan maksiat, apalagi sampe jadi jalan ngelawan Allah… duh… Jika kawan-kawan udah punya pekerjaan […]
Translate »
WhatsApp us
Visit Us On FacebookVisit Us On Instagram