admin

Sabar adalah kegigihan untuk berada di jalan yang Allah sukai. Misalnya, sabar ketika sedang diuji oleh kemalangan. Kesabaran seseorang akan tampak dari akhlak dalam menyikapinya. Penderitaan karena kemalangan tidak jarang membuat seseorang bicaranya tidak karuan, penuh keluh kesah, emosional. Sungguh, sangatlah merugi bagi seseorang yang ketika diuji dengan kemalangan disikapi dengan emosi berlebihan (negatif). Karena hal tersebut tetap saja tidak akan menolak kemalangan yang dialaminya. Lalu, bagaimana menyikapinya?

 

Ada beberapa sikap sabar yang bisa kita latih saat diuji dengan kemalangan. Pertama, sikap selalu berprasangka baik kepada Allah. Diawali dengan menyadari sepenuhnya bahwa hidup ini dan apa yang kita miliki bukanlah milik kita melainkan milik Allah. Mau diambil kembali atau tidak oleh-Nya, itu hak Dia. Kita patut menyadari bahwa setiap derita yang kita alami, pada hakikatnya sudah diukur Allah. Maka biasakanlah mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nyalah tempat kita kembali).

 

Sikap sadar tersebut akan berbuah keyakinan. Yakin bahwa Allah tidak akan menimpakan suatu kejadian bila tidak ada hikmahnya. Sehingga kita terpanggil untuk menginstropeksi diri. Mungkin saja kemalangan yang kita derita karena sering melupakan nikmat-nikmat yang Allah berikan dan kita semakin jauh dari-Nya. Yakini bahwa kemalangan yang menimpa, bisa jadi merupakan cara Allah mengingatkan kita untuk kembali ingat dan dekat kepada-Nya. Kemalangan adalah bentuk dari kasih sayang Allah.

 

Sikap sabar kedua yang harus dikuasai yaitu sikap menerima ketentuan Allah. Tidak berkeluh kesah karena itu adalah tanda-tanda dari ketidaksabaran. Dan karena kurang bisa menerima ketentuan Allah, membuat diri menjadi lemah tidak berdaya. Oleh karena itu, betapapun parahnya kemalangan yang menimpa kita, berusahalah untuk tegar menjalaninya.

 

Sikap sabar ketiga, dengan merenungkan hikmah kemalangan, selain sebagai sarana intropeksi diri juga sebagai penggugur dosa seperti gugurnya daun dari pepohonan.

 

Sahabat, sesungguhnya hidup bahagia, tenang lahir batin, mudah mendapatkan pertolongan Allah, dan kemampuan untuk dekat kepada-Nya, hanya dimiliki orang-orang yang sabar. Untuk itu, jadikanlah sabar sebagai penolong kita seperti halnya salat yang kita kerjakan. Insya Allah kita akan mampu bersikap tegar menghadapi kemalangan sebesar apapun. Wallahu a’lam bishawab.

29 Maret 2017

SABAR MENGHADAPI KEMALANGAN

Sabar adalah kegigihan untuk berada di jalan yang Allah sukai. Misalnya, sabar ketika sedang diuji oleh kemalangan. Kesabaran seseorang akan tampak dari akhlak dalam menyikapinya. Penderitaan […]
23 Maret 2017

MENGUAK URGENSI SEDEKAH

Sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk bersedekah di jalan Allah, “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan […]
21 Maret 2017

SEBAB-SEBAB TURUNNYA REZEKI

Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran […]
20 Maret 2017

Jangan Jadikan Kesulitan Sebagai Halangan untuk Menolong Orang Lain

Cerita berikut ini bisa dipertimbangkan bahwa di masa-masa sulit pun, kita harus mencoba melihat kemampuan kita untuk membantu mereka yang membutuhkan. Setelah berbelanja sepanjang hari, seorang […]
Translate »
WhatsApp us
Visit Us On FacebookVisit Us On Instagram