Anak Shalih Merupakan Investasi Dunia Akhirat

Orang tua mana yang tak ingin putra-putrinya tumbuh menjadi anak-anak yang shalihin dan shalihat. Sungguh tak terkira bahagianya, ketika anak-anak yang shalih mendoakan orang tuanya sekalipun telah meninggal dunia.

Anak yang shalih adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai harganya, baik dunia maupun akhirat. Dari anak shalih-lah antara lain orang tua akan mendapat aliran pahala yang abadi.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR Muslim).

Demikianlah pula, kelak pada hari kiamat, seorang hamba akan terheran-heran, mengapa bisa dia meraih derajat yang tinggi padahal dirinya merasa amalan yang dia lakukan dahulu di dunia tidaklah seberapa.

Namun hal itu pun akhirnya diketahui bahwa derajat tinggi yang diperoleh orang tua, tidak lain dikarenakan doa ampunan yang dipanjatkan oleh sang anak untuk bapak-ibunya.

Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya Allah SWT akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga. Kemudian dia akan berkata, ‘Wahai Rabb-ku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku? Maka Allah menjawab, Hal itu dikarenakan do’a yang dipanjatkan anakmu agar kesalahanmu diampuni.’” (HR. Ahmad).

Bahkan wasiat dan harapan nabi pun demikian, bagaimana anaknya dapat menjadi hamba Allah yang shalih sehingga dapat mendoakan mereka kelak ketika mereka (para orang tua) sudah tiada.

Maka, sangat besar peran kita sebagai para orang tua untuk membekali dan memfasilitasi anak-anak kita dengan ilmu agama yang luas. Bahkan betapa senangnya kita, kelak di akhirat mereka bisa menyematkan mahkota di kepala kita karena mereka berhasil menjadi seorang penghafal Al Qur’an

 

Tinggalkan Balasan