Pintu-pintu Rizqi
27 Februari 2019
Maksimal di Bulan Ramadhan
17 Mei 2019
Show all

Amazing Ramadhan

Al-Quran adalah chat kita dengan Allah. Ketika Rasulullah ﷺ wafat, tidak ada lagi ayat yang turun dan orang-orang kehilangan chat dengan Allah SWT, hanya bisa melihat history chat dengan Allah dan tidak bisa lagi update chat. Dulu selama 22 tahun, setiap ada masalah, Allah SWT menurunkan ayat dengan membroadcast chat solusi kepada kita. Namun sekarang, kita hanya bisa melihat history chatnya saja.
.
Al-Qur’an turun sebagai respon terhadap kebutuhan-kebutuhan manusia. Kita baiknya berusaha memahami dan menghayati, tidak hanya membaca. Walau memang hanya dengan membaca pun kita memperoleh kebaikan yang berlipat. (Tilawah=baca, Iqra=Paham)
.
Kita mungkin sudah pernah khatam tilawah berkali-kali, Ramadhan ini kita juga bercita-cita untuk khatam. Namun kita mungkin belum pernah khatam secara iqra. Umar Bin Khattab bahkan baru memahami Surat Al-Baqarah setelah 12 tahun. Memang sulit sekali, sebab kita tidak hanya baca, namun juga menggali, memahami, dan mengamalkan.
.
Alif Lam Mim sebagai Life Hack. Hanya bagian ALIF LAM MIM saja, bisa kita bedah ke banyak bagian. Tidak ada yang mengetahui artinya, diterjemahkan ke dalam bahasa apapun semua tetap ditulis Alif Lam Mim. Wallahu a’lam.
.
Wallahu a’lam ini tidak berarti seenaknya karena tidak tahu lalu serahkan ke Allah, namun ini bentuk penyerahan diri. Sebuah kode iman, bahwa semua kebenaran, realitas, Allah lah yang paling tau dan kita sangat sedikit dalam mengetahui. Setelah mengetahui hal ini, kita harus berusaha mengamalkan ke kehidupan kita. Ketika kita bingung, sedih dan galau, serahkan kepada Allah untuk jawabannya.
.
Jika kita tahu jawabannya pun, kita senantiasa meminta bimbingan Allah yaitu mengawali dengan basmalah. Jika hasilnya bagus, kita bersyukur. Jika hasilnya diluar espektasi, kita ucapkan Innalillah wa maa indallahu khayr. Inilah sejatinya pengamalan Alif Lam Mim.
.
Ramadhan ini adalah kesempatan kita untuk merefresh lagi keakraban kita dengan Al-Qur’an. Seperti halnya hidup yang bisa dibagi dalam beberapa lingkaran, begitu juga kedekatan kita dengan Al-Qur’an
.
Ring 1, lingkaran yang berisi keluarga. Hidup bersama kita, tahu dan ikut mengalami apa yang kita alami
.
Ring 2 yaitu sahabat kita. Mereka dekat dengan kita, berempati dan bersimpati dengan kita namun tidak ikut melalui apa yang kita lalui.
.
Ring 3, orang yang kita hanya kenal.
.
Ring 4, orang lain di sekeliling kita. Tidak kenal, tidak berinteraksi sama sekali.
.
Seperti apakah Al-Qur’an bagi kita? Keluarga yang selalu bersama kita? Atau sebagai teman yang hanya paham tetapi tidak mengamali? Atau orang yang kita kenal, yang hanya baca? Atau malah sebagai orang lain yang tahu dia ada, namun sama sekali tidak menyentuh dan membaca?
.
Ahlul Quran adalah Ring 1 nya Al-Quran, yaitu orang yang sudah mengamalkan Al-Quran, ketika mendengar ayat langsung diamalkan. Kita bisa melihat para Sahabah Sahabiyah. Ketika ayat turun, mereka mendengerkan dengan seksama, tanpa bertanya, langsung pulang kerumah umtuk mengamalkan. Maka, asah lagi hati kita untuk lebih peka dalam menghayati dan mengamalkan.
.
Memperbaiki diri itu ibarat bersih-bersih daki yang terkadang ada rasa sakitnya, sama dengan ketika kita memperbaiki diri pasti diuji dengan masalah & kesedihan. Dengan rasa sakit itu jangan malah membuat kita menyerah, Allah ingin menolong kita .

Oleh Ustadz Hanan Attaki

Comments are closed.

Translate »
WhatsApp us
Visit Us On FacebookVisit Us On Instagram