Adab dan Pemikiran Islam

Sumber utama pembelajaran akhlak dan adab dalam Islam adalah Rasulullah ﷺ. Beliau diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun, di lingkungan masyarakat yang bersifat jahiliyah.
.
Dimaksud jahiliyah karena masyarakat pada zaman tersebut menyelesaikan masalah dengan mempercayai ramalan dan perdukunan. Untuk mengubah perilaku masyarakat, Allah membekali Rasulullah ﷺ dengan sifat akhlakul karimah.
.
Dijelaskan dalam QS. At-Taubah: 128, “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”
.
Karakter yang dapat dilihat dari Rasulullah ﷺ adalah sifat zuhud yang beliau miliki dan mampu menjadikan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.
.
Zuhud bukan berarti menghalangi diri kita dari gemerlap dunia, melainkan meyakini bahwa apa yang di tangan Allah lebih baik dari apa yang ada di tangan kita sendiri. Manusia merasa aman bukan karena banyak harta, tetapi karena percaya pada janji Allah.
.
Sifat zuhud jugalah yang menjadikan manusia mampu mengendalikan harta, bukan dikendalikan harta. Karena harta yang kita miliki bukan untuk memperkaya diri, melainkan untuk berbagi.
.
Rasulullah ﷺ mempunyai sifat kasih sayang yang ditujukan untuk seluruh umatnya. Beliau mencontohkan kasih sayangnya dengan meringankan ibadah umat ketika bepergian. Bahkan, ketika hampir wafat, beliau meminta kepada Allah untuk menanggung rasa sakit sakaratul maut seluruh umatnya.
.
Dalam memperlakukan hewan pun, Rasulullah ﷺ sangat memperhatikan adab. Contohnya saat ingin menyembelih, beliau tidak mengasah pisau di depan hewan qurban langsung dan pisau yang dipakai adalah yang benar-benar tajam supaya hewan qurban tidak merasakan sakit.

Oleh Ustadz Ainul Yaqin

Tinggalkan Balasan