You are currently viewing 7 Amalan Baik di Bulan Dzulhijjah

7 Amalan Baik di Bulan Dzulhijjah

Umat islam di dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah atau 10 Juli 2022 mendatang. Apa saja amalan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah yang bisa kita laksanakan?

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang memiliki keistimewaan dan kemuliaan, dimana di dalamnya diyakini ada sejumlah amalan sunnah yang bernilai pahala.

Amalan bulan Dzulhijjah tersebut disebutkan dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW, yakni yang pernah diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya: Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun“.

Dan berikut adalah sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah:

1. Melakukan ibadah haji dan umrah

Amalan yang paling utama dilakukan pada bulan Dzulhijjah adalah melakukan ibadah haji dan umrah. Bahkan dalam salah satu hadisnya, Nabi Muhammad menyatakan, jika dikerjakan, maka amalan ini akan diganjar dengan surga.

 Sabda Rasullullah: “Dari umrah ke umrah adalah tebusan (dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga.

2. Berpuasa pada 10 hari pertama di bulan Dzulhijah, diutamakan puasa Arafah

Ada sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW mengenai keutaaman puasa di bulan Dzulhijjah, yakni:

  • Hadis Qudsi : “Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku“.
  • Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun“. [Hadits Muttafaqun ‘Alaih].
  • Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”

3. Melakukan takbir dan dzikir

Umat muslim dianjurkan untuk berdzikir dan takbir pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, sesuai dengan firman Allah SWT:

“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu …”. [al-Baqarah/2 : 185].

Sementara Imam Bukhari menuturkan, Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu anhuma keluar pasar sembari mengumandangkan takbir selama pada 10 hari tersebut lalu diikuti oleh orang-orang.

Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan :

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu.”

4. Bertaubat dan tinggalkan maksiat

Melakukan taubat di hari-hari tersebut, akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Jauhi maksiat karena akan menjadi penyebab terjatuhnya hamba dari Allah SWT.

Dan ketaatan beribadah akan menjadi penyebab dekatnya seseorang dengan Allah SWT dan mendapat cinta kasih Allah kepadanya.

Hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya” [Hadits Muttafaqun ‘Alaihi].

5. Perbanyak amal shaleh

Beramal sholeh pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah diyakini akan bernilai pahala. Amal sholeh tersebut seperti sedekah, shalat, membaca Al-Qur’an dan lain sebagainya. Siapa yang melakukannya pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT.

6. Melakukan Takbir Muthlaq

Takbir Muthlad disyariatkan dilakukan setelah shalat fardu yang dilaksanakan dengan berjamaah. Lakukan setiap saat, siang atau malam sampai salat ied.

Bagi selain jama’ah haji, Takbir Muthlad dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga salat Ashar pada hari Tasyriq.

7. Berkurban pada hari raya kurban dan hati-hari tasyriq

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhhammad SAW mengatakan: “Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu“. [Muttafaqun ‘Alaihi].

itulah deretan amalan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.